{"id":113970,"date":"2026-10-22T17:51:56","date_gmt":"2026-10-22T09:51:56","guid":{"rendered":"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/choi-jihoon\/"},"modified":"2026-10-25T15:11:32","modified_gmt":"2026-10-25T07:11:32","slug":"choi-jihoon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/id\/choi-jihoon\/","title":{"rendered":"Choi Jihoon"},"content":{"rendered":"<div class=\"gb-container gb-container-e418c209 gbp-section\">\n<div class=\"gb-container gb-container-fb9c440d gbp-section__inner\">\n<div class=\"gb-container gb-container-3b708361\">\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-8f761849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:33.33%\">\n<figure class=\"gb-block-image gb-block-image-a34ffa76\"><img decoding=\"async\" class=\"gb-image gb-image-a34ffa76\" src=\"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/choi-jihoon-11.webp\" alt=\"Choi Jihoon dari Korea Selatan di puncak smash lompat kidal (dihasilkan oleh AI)\" title=\"Choi Jihoon Pemain Bulutangkis Korea Selatan\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:66.66%\">\n<p class=\"gb-headline gb-headline-80925837 gb-headline-text gbp-section__headline\"><strong><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-base-3-color\">Bintang Bulutangkis Tunggal Putra Korea<\/mark><\/strong><\/p>\n\n\n<div class=\"gb-container gb-container-332277c6\">\n\n<h1 class=\"gb-headline gb-headline-44c67912 gb-headline-text gbp-section__headline\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-base-3-color\">Choi Jihoon<\/mark><\/h1>\n\n<\/div>\n\n<div class=\"gb-container gb-container-aa0c2061\">\n\n<div class=\"wp-block-group is-nowrap is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-8f761849 wp-block-group-is-layout-flex\">\n<figure class=\"gb-block-image gb-block-image-f2966dc2\"><img decoding=\"async\" class=\"gb-image gb-image-f2966dc2\" src=\"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/korea-flag-round.png\" alt=\"Bendera Korea Selatan\" title=\"Bendera Korea Selatan\" style=\"border-radius:50%;width:50px;height:50px;object-fit:cover;\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Korea Selatan<\/p>\n<\/div>\n\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"gb-headline gb-headline-9bb1ccdf gb-headline-text\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-base-3-color\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-base-3-color\">Nomor Pertandingan: Tunggal putra<\/mark><\/mark><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanggal Lahir: 21 Februari 2001, Korea Selatan \u00b7 Kidal<\/p>\n\n\n<div class=\"gb-container gb-container-2c1f581c\">\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gaya Bermain: Pemain reli kidal dengan forehand silang yang berat, pertahanan sabar, dan kepala dingin di gim penentuan<br>Dikenal Karena: Mengalahkan pemain peringkat 21 dunia Chi Yu Jen di Piala Thomas 2026 hingga memicu comeback 3\u20132 Korea atas Taipei Cina, serta mencapai final Indonesia Masters II 2023 sebagai pemain kualifikasi<br>Perjalanan: Masuk peringkat dunia di usia lima belas tahun pada 2016 \u00b7 Merebut satu gim dari Lakshya Sen di Korea Open 2022 \u00b7 Finalis Super 100 pada 2023 \u00b7 Peringkat tertinggi dalam karier, No. 78 dunia, pada Mei 2026<\/p>\n\n<\/div><\/div>\n<\/div>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"gb-container gb-container-d7722344\">\n<div class=\"gb-container gb-container-9655db61\">\n<div class=\"gb-container gb-container-d546c8f9 gbp-section\">\n<div class=\"gb-container gb-container-b3e25a37 gbp-section__inner\">\n<div class=\"gb-container gb-container-0e2fa8cc\">\n\n<h2 class=\"gb-headline gb-headline-f0a9312b gb-headline-text gbp-section__headline\">Mengenal Choi Jihoon (Bintang Bulutangkis Korea)<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Choi Jihoon adalah pemain tunggal putra Korea Selatan yang menempati peringkat 87 dunia pada peringkat dunia BWF Pekan 43 tanggal 20 Oktober 2026, dengan 21.795 poin. Kisahnya termasuk pendakian terpanjang di 100 besar: masuk peringkat dunia di usia lima belas tahun, merebut satu gim dari bintang sepuluh besar saat masih berstatus underdog remaja, final World Tour pertama pada 2023, satu tahun yang hilang hingga membuatnya terlempar dari 1.000 besar \u2014 lalu comeback yang berpuncak pada peringkat tertinggi dalam karier, No. 78, dan kemenangan Piala Thomas yang disebut BWF sebagai titik balik comeback yang terkenal. Simak masa awalnya, hasil-hasil terobosannya, dan gaya reli kidal yang bisa dipelajari pemain muda.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"gb-container gb-container-c9dbde32 gbp-section\">\n<div class=\"gb-container gb-container-a73fafef gbp-section__inner\">\n<div class=\"gb-container gb-container-79bb50c2\">\n\n<h2 class=\"gb-headline gb-headline-0aef4f60 gb-headline-text gbp-section__headline\">Masa Kecil di Korea dan Peringkat Dunia di Usia Lima Belas Tahun<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Choi Jihoon lahir pada 21 Februari 2001 dan tumbuh lewat sistem junior bulutangkis Korea Selatan yang terkenal dalam, tempat remaja berbakat berlatih dan bertanding melawan banyak junior terkuat Asia setiap pekan. Korea melahirkan pemain kelas dunia di semua nomor, dan persaingan internal untuk memperebutkan tempat begitu ketat \u2014 justru karena itulah apa yang dilakukan Choi berikutnya terasa begitu luar biasa. Pada Desember 2016, saat baru berusia lima belas tahun, ia pertama kali muncul di peringkat dunia BWF, di posisi No. 885. Sebagian besar pemain seusianya masih bertahun-tahun jauhnya dari peringkat senior apa pun.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"gb-container gb-container-0b9a4513\">\n<div class=\"gb-grid-wrapper gb-grid-wrapper-d3ab3a93\">\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-b23bebbe\"><div class=\"gb-container gb-container-b23bebbe\">\n\n<h3 class=\"gb-headline gb-headline-1a39fa49 gb-headline-text gbp-section__headline\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-global-color-9-color\">Menanjak Lewat Jenjang Junior Korea<\/mark><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejak peringkat pertama itu, pendakiannya berjalan stabil, bukan spektakuler. Pada 2019 ia sudah bekerja keras hingga sekitar No. 375 dunia selagi masih junior \u2014 posisi yang kuat di negara yang bahkan skuad junior nasionalnya dipenuhi calon pemain internasional. Tahun-tahun pandemi menghambat momentumnya, seperti yang dialami satu generasi junior Asia, dan sepanjang 2021 dan 2022 ia bergerak di kisaran No. 350 hingga No. 500. Namun saat itu ia sudah memiliki persis apa yang dirancang untuk dibangun sistem Korea: permainan all-court yang lengkap dan andal, plus bertahun-tahun sparing level tinggi di belakangnya.<\/p>\n\n<\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-7f34f415\"><div class=\"gb-container gb-container-7f34f415\">\n\n<h3 class=\"gb-headline gb-headline-7e1f1718 gb-headline-text gbp-section__headline\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-global-color-9-color\">Merebut Satu Gim dari Lakshya Sen di Korea Open<\/mark><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dunia bulutangkis yang lebih luas pertama kali memperhatikannya pada April 2022, di Korea Open, ajang Super 500 di Suncheon. Choi berperingkat No. 498, tampil di salah satu ajang kandang terbesar tahun itu, dan lawan putaran pertamanya adalah Lakshya Sen dari India \u2014 peraih medali Kejuaraan Dunia yang saat itu duduk di sepuluh besar dunia. Underdog berperingkat remaja itu menolak gentar: ia merebut gim pertama 21\u201314, dan bertahan begitu keras kepala hingga Sen membutuhkan 62 menit untuk lolos 14\u201321, 21\u201316, 21\u201318. Merebut satu gim dari pemain sepuluh besar, dalam pertarungan 62 menit, mengumumkan bahwa permainan reli Choi bisa mengimbangi kecepatan dan kekuatan elite.<\/p>\n\n<\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-d2267dc6\"><div class=\"gb-container gb-container-d2267dc6\">\n\n<h3 class=\"gb-headline gb-headline-63d313c5 gb-headline-text gbp-section__headline\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-global-color-9-color\">Terobosan 2023: Final World Tour di Surabaya<\/mark><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Musim terobosannya datang pada 2023. Di Indonesia Masters II di Surabaya, ajang Super 100, Choi melaju dari babak kualifikasi dan terus menang: di semifinal ia mengalahkan unggulan teratas turnamen, Su Li-yang dari Taipei Cina, dalam dua gim langsung. Itu membawanya ke final BWF World Tour pertamanya, tempat Takuma Obayashi dari Jepang \u2014 yang kemudian menjadi salah satu pemain Super 100 paling konsisten di sirkuit \u2014 mengalahkannya 21\u20138, 21\u201319. Finis runner-up sebagai pemain kualifikasi tetap, hingga hari ini, menjadi hasil World Tour terbaiknya, dan itu menunjukkan langit-langitnya: saat permainan relinya mengalir, ia bisa mengalahkan pemain unggulan secara beruntun.<\/p>\n\n<\/div><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"gb-container gb-container-c65b0277\"><div class=\"gb-inside-container\">\n<div class=\"gb-grid-wrapper gb-grid-wrapper-46b9ae1c\">\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-ee22cad4\"><div class=\"gb-container gb-container-ee22cad4\"><div class=\"gb-inside-container\">\n<div class=\"gb-container gb-container-49b92206\"><div class=\"gb-inside-container\">\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/choi-jihoon-smash-11.webp\" alt=\"Choi Jihoon melayang untuk smash lompat kidal dalam reli pertandingan (dihasilkan oleh AI)\" class=\"wp-image-71495\" title=\"Smash Lompat Choi Jihoon\"\/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-a117e04f\"><div class=\"gb-container gb-container-a117e04f\"><div class=\"gb-inside-container\">\n\n<h5 id=\"h-1-1\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Tonggak Karier #1<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<h2 class=\"gb-headline gb-headline-d6be2288 gb-headline-text\"><strong>Dari Kualifikasi ke Semifinal di KL Masters<mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-new-google-hover-color\"><\/mark><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa pekan kemudian ia melakukannya lagi. Di KL Masters Malaysia Super 100 di Kuala Lumpur, Choi kembali lolos dari kualifikasi dan menghasilkan kemenangan terbaik musim itu di perempat final, mengejutkan unggulan kedelapan Sameer Verma dari India 21\u20139, 21\u201313 \u2014 memimpin sejak poin pertama, dan menutup gim pertama dengan rangkaian tujuh poin beruntun. Langkahnya terhenti di semifinal melawan Leong Jun Hao dari Malaysia, yang menang 21\u201317, 21\u201316 dan kemudian meraih gelar. Pada musim yang sama ia juga lolos ke babak utama Korea Open di kandangnya, mengalahkan Rohan Midha dari Inggris 21\u20137, 21\u201313 di perjalanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhir 2023 Choi telah mencapai No. 144 dunia \u2014 terbaik dalam kariernya saat itu \u2014 yang hampir seluruhnya dibangun dari dua kiprah musim gugur di Surabaya dan Kuala Lumpur. Pola permainannya kini jelas bagi siapa pun yang menyaksikan sirkuit Super 100: pemain kidal yang jarang mengalahkan dirinya sendiri, memperpanjang reli hingga lawan goyah, dan menyimpan bulutangkis terbaiknya untuk nama-nama terbesar di undian. Musim 2023 juga membuktikan betapa rapuhnya kemajuan peringkat bagi pemain di levelnya: dua pekan bagus telah mengangkatnya lebih dari 300 tempat, dan segalanya bergantung pada kemampuan mengulanginya.<\/p>\n\n<\/div><\/div><\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-wrapper gb-grid-wrapper-766d33ad\">\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-8ee01b48\"><div class=\"gb-container gb-container-8ee01b48\"><div class=\"gb-inside-container\">\n<div class=\"gb-container gb-container-ffbffbf3\"><div class=\"gb-inside-container\">\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/choi-jihoon-podium-11.webp\" alt=\"Choi Jihoon di podium dengan medali perak Indonesia Masters II, raket di tangan kiri (dihasilkan oleh AI)\" class=\"wp-image-71496\" title=\"Choi Jihoon Peraih Medali Perak Indonesia Masters\"\/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-18e64276\"><div class=\"gb-container gb-container-18e64276\"><div class=\"gb-inside-container\">\n\n<h5 id=\"h-1-2\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Tonggak Karier #2<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<h2 class=\"gb-headline gb-headline-fe4314d9 gb-headline-text\"><strong>Tahun yang Hilang dan Jalan Panjang Kembali<\/mark><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu datanglah tahun yang hilang. Pada 2024 Choi jarang bermain bulutangkis internasional, dan sistem peringkat 52 pekan itu kejam: seiring kedaluwarsanya poin 2023, ia melorot hingga keluar dari 1.000 besar dunia. Bagi kebanyakan pemain, di situlah cerita berakhir \u2014 tanpa peringkat tak ada babak utama, tanpa babak utama tak ada poin, dan pendakian kembali tampak mustahil. Karier Choi bisa saja dengan mudah menjadi catatan kaki: keajaiban dua pekan dari musim gugur 2023.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaliknya, ia membangun ulang. Kembali ke sirkuit penuh waktu pada 2025 berarti memulai lagi dari undian kualifikasi dan ajang-ajang yang lebih kecil di Asia dan Pasifik \u2014 Kepulauan Mariana Utara di Pasifik, Malaysia, Taiwan, Indonesia \u2014 mengumpulkan poin beberapa ratus demi beberapa ratus. Pekerjaan ini tidak glamor: pertandingan kualifikasi pagi-pagi sekali, perjalanan jauh, aula kecil. Namun pekan demi pekan peringkat bergerak ke arah yang benar, dari luar 1.000 besar kembali ke dalam 200 besar, dan pada akhir 2025 ia berdiri di No. 109 \u2014 sudah lebih tinggi dari puncak sebelum 2024.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelajaran praktis dari comeback ini terletak pada strukturnya. Choi tidak menunggu wildcard atau undangan besar; ia mengikuti semua yang diizinkan peringkatnya, memperlakukan ajang International Series dan Challenge sama seriusnya dengan Super 100, dan membiarkan poin terkumpul. Musim 2025-nya juga membawanya ke FISU World University Games di wilayah Rhine-Ruhr, Jerman, mewakili Korea di nomor beregu dan perorangan \u2014 pengingat bahwa di level olahraga ini, kalender pemain dibangun dari banyak jenis pekan, bukan hanya pekan-pekan yang disiarkan televisi.<\/p>\n\n<\/div><\/div><\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-wrapper gb-grid-wrapper-30382c81\">\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-485232c8\"><div class=\"gb-container gb-container-485232c8\"><div class=\"gb-inside-container\">\n<div class=\"gb-container gb-container-f1f4c453\"><div class=\"gb-inside-container\">\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/choi-jihoon-thomascup-11.webp\" alt=\"Choi Jihoon menyerbu ke net di Piala Thomas, raket di tangan kiri (dihasilkan oleh AI)\" class=\"wp-image-71497\" title=\"Choi Jihoon di Piala Thomas\"\/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-c7c79a46\"><div class=\"gb-container gb-container-c7c79a46\"><div class=\"gb-inside-container\">\n\n<h5 id=\"h-1-3\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Tonggak Karier #3<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<h2 class=\"gb-headline gb-headline-1eb77145 gb-headline-text\"><strong>Musim Comeback: Perempat Final di Asia dan Pasifik<\/mark><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil mengikuti peringkat. Pada 2025 Choi mencapai perempat final Northern Marianas International pada Juni dan Crowne Plaza Northern Marianas Open pada Agustus, Malaysia International Series pada September, Kaohsiung Masters \u2014 Super 100 di Taiwan \u2014 pada bulan yang sama, dan Indonesia Masters II pada Oktober, kembali ke ajang tempat ia membuat final pertamanya. Lima perempat final di lima negara dalam lima bulan adalah profil pemain yang levelnya sudah stabil: tidak lagi bergantung pada satu pekan panas, melainkan kompetitif di mana pun ia bermain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pekan Kaohsiung menunjukkan levelnya sekaligus target berikutnya. Ia mengalahkan Prahdiska Bagas Shujiwo dari Indonesia 21\u201315, 21\u20139 di babak 16 besar sebelum kalah di perempat final dari Riki Takei dari Jepang, 16\u201321, 10\u201321 \u2014 Takei adalah salah satu pemain Super 100 yang sedang dalam performa terbaik. Sebulan kemudian, di Malaysia Super 100, ia mengalahkan Hu Zhe An dari Tiongkok dalam tiga gim untuk mencapai babak 16 besar, dan pada November ia mencapai tahap yang sama di Irish Open dan Scottish Open pada tur Eropa. Di awal 2026 ia kembali membela Korea di Badminton Asia Team Championships di Qingdao, Tiongkok.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, tak ada yang menandingi pekan terakhir April 2026 di Horsens, Denmark. Choi terpilih dalam susunan tunggal Korea untuk Piala Thomas \u2014 kejuaraan beregu putra dunia \u2014 pada skuad yang menurut pratinjau BWF mengandalkan pemain tunggal yang belum teruji. Di babak grup, ia merebut satu gim dari Magnus Johannesen dari Denmark sebelum kalah 12\u201321, 21\u201317, 15\u201321. Kemudian datang pertandingan melawan Taipei Cina, dengan Korea tertinggal 0\u20132 dan satu kekalahan lagi dari eliminasi. Tunggal ketiga: Choi Jihoon, berperingkat No. 85, melawan Chi Yu Jen, berperingkat No. 21 dunia.<\/p>\n\n<\/div><\/div><\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-wrapper gb-grid-wrapper-923b3bea\">\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-ad288eac\"><div class=\"gb-container gb-container-ad288eac\"><div class=\"gb-inside-container\">\n<div class=\"gb-container gb-container-c3f772bd\"><div class=\"gb-inside-container\">\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/choi-jihoon-kaohsiung-11.webp\" alt=\"Choi Jihoon memainkan drive kidal di Kaohsiung Masters (dihasilkan oleh AI)\" class=\"wp-image-71498\" title=\"Choi Jihoon di Kaohsiung Masters\"\/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-ea4295da\"><div class=\"gb-container gb-container-ea4295da\"><div class=\"gb-inside-container\">\n\n<h5 id=\"h-1-4\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Tonggak Karier #4<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<h2 class=\"gb-headline gb-headline-e3988e70 gb-headline-text\"><strong>Kepahlawanan di Piala Thomas dan Peringkat Tertinggi No. 78<\/mark><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa yang terjadi berikutnya adalah pertandingan terbaik dalam hidupnya sejauh ini. Choi merebut gim pembuka 21\u201317, kalah di gim kedua 18\u201321, dan \u2014 dengan kata-kata BWF sendiri \u2014 &#8220;tetap tenang&#8221; untuk menutup gim penentuan 21\u201316. Laporan BWF menyebutnya kemenangan yang memberi Korea harapan; dari tertinggal 0\u20132, Korea menyapu semua pertandingan tersisa untuk memenangkan pertandingan beregu 3\u20132, salah satu comeback babak grup terbesar dalam sejarah Piala Thomas belakangan ini. Choi telah mengalahkan pemain yang berperingkat 64 tempat di atasnya, di panggung beregu terbesar olahraga ini, dengan kelangsungan hidup timnya dipertaruhkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menutup babak grup dengan satu kemenangan lagi, mengalahkan Kim Linell dari Swedia 21\u20137, 21\u201317, dan musim semi 2026 membawanya ke peringkat tertinggi dalam karier, No. 78 dunia, pada 26 Mei 2026 \u2014 sepuluh tahun setelah ia memasuki peringkat di No. 885. Musim terus bergulir dengan unggulan ketiga di Northern Marianas Open pada Juli dan laju babak 16 besar di Korea Masters di kandangnya. Pada Pekan 43 tahun 2026 ia berdiri di peringkat 87 dunia dengan 21.795 poin: di dalam 100 besar, dalam gambaran tim nasional Korea, dan dengan kemenangan terbesar dalam kariernya yang masih segar di buku rekor.<\/p>\n\n<\/div><\/div><\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-wrapper gb-grid-wrapper-2fbefcf5\">\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-72ebb3ca\"><div class=\"gb-container gb-container-72ebb3ca\"><div class=\"gb-inside-container\">\n<div class=\"gb-container gb-container-1864283f\"><div class=\"gb-inside-container\">\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/choi-jihoon-style-11.webp\" alt=\"Choi Jihoon memainkan forehand silang kidal, inti gaya relinya (dihasilkan oleh AI)\" class=\"wp-image-71499\" title=\"Gaya Reli Choi Jihoon\"\/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-f16eceee\"><div class=\"gb-container gb-container-f16eceee\"><div class=\"gb-inside-container\">\n\n<h5 id=\"h-1-5\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Gaya Bermain<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<h2 class=\"gb-headline gb-headline-53e6ebe7 gb-headline-text\"><strong>Gaya Reli Kidal<mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-new-google-hover-color\"><\/mark><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Choi memainkan permainan kidal dengan cara yang sabar. Karena begitu sedikit pemain elite yang kidal, forehand silang alaminya membengkokkan reli ke sudut yang paling buruk dipertahankan pemain tangan kanan \u2014 sudut belakang backhand mereka \u2014 dan sudut-sudutnya datang dari sisi yang paling jarang dilatih lawan. Alih-alih memaksakan winner sejak awal, ia membangun reli: clear dalam ke kedua sudut, drive datar yang membuat kaki lawan terburu-buru, dan baru kemudian serangan, dituntaskan dengan smash kidal yang curam atau drive silang yang tiba-tiba. Ini permainan all-court yang serangannya diperoleh lewat geometri, bukan dipertaruhkan pada kekuatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukti kualitas relinya ada di pertandingan-pertandingan terbesarnya. Sebagai pemain No. 498 dunia ia membuat Lakshya Sen bermain 62 menit dan merebut gim pertama; di perempat final KL Masters ia memimpin Sameer Verma sejak poin pertama dan menutup gim dengan rangkaian tujuh dan delapan poin beruntun; di Piala Thomas ia mengungguli Chi Yu Jen, peringkat 21 dunia, di gim penentuan saat timnya tertinggal 0\u20132. Para pemain yang memenangkan pertandingan dengan tiga cara itu \u2014 daya tahan, kontrol, dan ketenangan \u2014 berbagi satu fondasi: pertahanan dan footwork yang cukup andal sehingga mereka masih berdiri, dan masih berpikir, pada kedudukan 16-all di gim ketiga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi pemain yang sedang berkembang, pelajaran yang bisa dipindahkan adalah kebiasaan di balik rekor itu. Pemain kidal sebaiknya mempelajari cara Choi memakai forehand silang untuk membuka lapangan sebelum menyerang lurus; pemain tangan kanan sebaiknya meniru konstruksi reli \u2014 dorong lawan ke belakang, ubah tempo dengan drive, dan menyerang hanya saat lift lawan pendek. Ketenangannya sama-sama bisa dilatih: di antara reli ia mengatur ulang dengan kecepatan yang sama, entah ia menang atau kalah pada poin itu, dan itulah persis kebiasaan yang disorot BWF di Horsens. Semua itu tidak membutuhkan bakat langka. Semuanya bisa dilatih.<\/p>\n\n<\/div><\/div><\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-wrapper gb-grid-wrapper-add9ca71\">\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-27109b4c\"><div class=\"gb-container gb-container-27109b4c\"><div class=\"gb-inside-container\">\n<div class=\"gb-container gb-container-f1b3baff\"><div class=\"gb-inside-container\">\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/choi-jihoon-training-11.webp\" alt=\"Choi Jihoon dalam drill multi-shuttle, raket di tangan kiri (dihasilkan oleh AI)\" class=\"wp-image-71500\" title=\"Latihan Choi Jihoon\"\/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-d0b536c0\"><div class=\"gb-container gb-container-d0b536c0\"><div class=\"gb-inside-container\">\n\n<h5 id=\"h-1-6\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Kekuatan Mental<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<h2 class=\"gb-headline gb-headline-33090c3c gb-headline-text\"><strong>Ketenangan dan Pendakian Sepuluh Tahun<mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-global-color-10-color\"><\/mark><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-new-blue-google-color\"><\/mark><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kualitas penentu karier Choi adalah ketenangan di bawah tekanan yang bertumpuk. Pertandingan Piala Thomas melawan Taipei Cina adalah contoh paling jelas: timnya tertinggal 0\u20132, susunan tunggal Korea sebelumnya digambarkan belum teruji, dan lawannya pemain 25 besar. Respons Choi adalah memainkan permainan normalnya \u2014 reli panjang, konstruksi sabar \u2014 selama tiga gim penuh. Tekanan, bagi pemain yang ditempa satu dekade undian kualifikasi, hanyalah reli lain yang harus dikonstruksi dengan benar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketahanannya terukur dari garis-garis peringkat. Pertama berperingkat No. 885 di usia lima belas tahun pada 2016; sekitar No. 375 saat junior; penampilan terkenal melawan Lakshya Sen pada 2022; final World Tour pertama dan puncak No. 144 pada 2023; keluar dari 1.000 besar pada 2024; No. 109 pada akhir 2025; dan peringkat tertinggi dalam karier No. 78 pada Mei 2026, diraih bersama penampilan heroik di Piala Thomas. Hampir tak ada pemain di 100 besar saat ini yang jatuh sejauh itu dan bangkit setinggi itu. Setiap kejatuhan dijawab bukan dengan permainan baru, melainkan permainan yang sama, dimainkan lebih sering, di lebih banyak tempat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelajaran praktis bagi pemain muda luar biasa jelas dalam kisahnya. Tetapkan target bertahap \u2014 peringkat dunia pertama, lalu 500 besar, 150 besar, 100 besar \u2014 karena setiap tahap membutuhkan hasil yang berbeda. Ikuti ajang yang diizinkan peringkatmu, bukan menunggu ajang yang lebih besar: comeback Choi dibangun di turnamen-turnamen di Kepulauan Mariana Utara, Malaysia, dan Taiwan. Dan jaga permainan jangka panjang: pemain yang berperingkat di usia lima belas tahun dan mencapai puncak di usia dua puluh lima tahun tidak terlambat \u2014 dalam olahraga yang kariernya berjalan hingga usia tiga puluhan, ia tepat waktu.<\/p>\n\n<\/div><\/div><\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-wrapper gb-grid-wrapper-7aa6d643\">\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-094255c4\"><div class=\"gb-container gb-container-094255c4\"><div class=\"gb-inside-container\">\n<div class=\"gb-container gb-container-c73b6bc4\"><div class=\"gb-inside-container\">\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/choi-jihoon-academy-11.webp\" alt=\"Choi Jihoon mendemonstrasikan teknik net kepada pemain junior, raket di tangan kiri (dihasilkan oleh AI)\" class=\"wp-image-71501\" title=\"Choi Jihoon Melatih Junior\"\/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-11c64c35\"><div class=\"gb-container gb-container-11c64c35\"><div class=\"gb-inside-container\">\n\n<h5 id=\"h-1-5\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Referensi Pembelajaran<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<h2 class=\"gb-headline gb-headline-2bc688f2 gb-headline-text\"><strong>Koneksi <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-new-google-hover-color\">ST Badminton Academy<\/mark><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ST Badminton Academy tidak memiliki kemitraan formal dengan Choi Jihoon. Kami membagikan kisahnya karena rute yang ia tempuh \u2014 sistem junior nasional yang dalam, bertahun-tahun ajang kecil, keruntuhan peringkat yang dijawab dengan pembangunan ulang yang sabar \u2014 adalah versi jujur tentang bagaimana karier bulutangkis profesional sebenarnya dibuat, dan itu cocok dengan apa yang kami sampaikan kepada keluarga yang kami latih di Kuala Lumpur dan Singapura. Hampir setiap junior yang memimpikan World Tour akan menghadapi versi tahun 2024-nya: satu tahun ketika hasil berhenti. Yang penting adalah responsnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para siswa kami mempelajari tiga pertandingan Choi sebagai tugas menonton video: partai penentuan Piala Thomas 2026 melawan Chi Yu Jen, untuk konstruksi reli di bawah tekanan maksimum; perempat final KL Masters 2023 melawan Sameer Verma, untuk memimpin pertandingan sejak poin pertama; dan gim pertama yang ia rebut dari Lakshya Sen di Korea Open 2022, untuk melihat bagaimana permainan reli yang lengkap merepotkan bahkan lawan sepuluh besar. Pola silangnya, rutinitas antar-reli, dan sudut-sudut kidalnya adalah drill yang bisa kami susun untuk junior pada pekan yang sama \u2014 tanpa peralatan khusus, cukup feeder, target, dan pengulangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kami juga memakai kisahnya secara jujur kepada orang tua. Choi membutuhkan sepuluh tahun untuk berjalan dari No. 885 ke peringkat tertinggi dalam karier No. 78, dengan kejatuhan keluar dari 1.000 besar di antaranya \u2014 dan momen terbesar dalam kariernya datang bukan di Super 1000 yang glamor, melainkan di pertandingan beregu yang sedang kalah 0\u20132 oleh negaranya. Itulah wujud perkembangan yang nyata, dan itulah mengapa kami membangun program junior bertahap di ST Badminton Academy: tonggak peringkat, bukan satu turnamen, adalah ukuran kemajuan.<\/p>\n\n<\/div><\/div><\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"gb-container gb-container-e043c359 gbp-section\">\n<div class=\"gb-container gb-container-57db8dd3 gbp-section__inner\">\n<div class=\"gb-container gb-container-f1216be5\">\n\n<h2 class=\"gb-headline gb-headline-941000e3 gb-headline-text gbp-section__headline\">FAQ: Choi Jihoon Pemain Bulutangkis Korea<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut jawaban atas pertanyaan yang sering diajukan tentang Choi Jihoon, pemain kidal Korea Selatan yang kemenangan comeback Piala Thomas-nya atas Chi Yu Jen menjadikannya salah satu cerita tahun 2026.<\/p>\n\n\n<div class=\"gb-grid-wrapper gb-grid-wrapper-b997057e\">\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-9eb55f9d\"><div class=\"gb-container gb-container-9eb55f9d gbp-card gbp-card--border\">\n\n<h3 class=\"gb-headline gb-headline-906120f3 gb-headline-text gbp-card__title\">Siapa Choi Jihoon dan negara mana yang ia wakili di bulutangkis?<mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-new-google-hover-color\"><\/mark><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Choi Jihoon adalah pemain tunggal putra yang mewakili Korea Selatan. Lahir pada 21 Februari 2001, ia kidal, menempati peringkat 87 dunia pada peringkat BWF Pekan 43 Oktober 2026 dengan 21.795 poin, dan mencapai peringkat tertinggi dalam karier No. 78 pada Mei 2026. Ia paling dikenal karena mengalahkan pemain peringkat 21 dunia Chi Yu Jen di Piala Thomas 2026 dan mencapai final Indonesia Masters II 2023 sebagai pemain kualifikasi.<\/p>\n\n<\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-7143cf45\"><div class=\"gb-container gb-container-7143cf45 gbp-card gbp-card--border\">\n\n<h3 class=\"gb-headline gb-headline-0560b3f6 gb-headline-text gbp-card__title\">Apa pencapaian bulutangkis terbesar Choi Jihoon?<mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-new-google-hover-color\"><\/mark><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencapaian terbesarnya adalah kemenangan atas pemain peringkat 21 dunia Chi Yu Jen di Piala Thomas 2026 di Horsens \u2014 titik balik comeback 3\u20132 Korea dari tertinggal 0\u20132 melawan Taipei Cina \u2014 dan finis runner-up di Indonesia Masters II 2023, ajang Super 100 yang ia masuki lewat kualifikasi. Ia juga mencapai semifinal KL Masters Malaysia Super 100 2023, mengalahkan unggulan kedelapan Sameer Verma di perjalanan, dan merebut gim pertama dari bintang sepuluh besar Lakshya Sen di Korea Open 2022.<\/p>\n\n<\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-6cb11780\"><div class=\"gb-container gb-container-6cb11780 gbp-card gbp-card--border\">\n\n<h3 class=\"gb-headline gb-headline-ac75dd50 gb-headline-text gbp-card__title\">Bagaimana gaya bermain Choi Jihoon?<\/mark><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Choi adalah pemain reli kidal. Forehand silangnya membengkokkan reli ke sudut backhand lawan tangan kanan, pertahanan dan footwork-nya memungkinkannya memperpanjang pertukaran hingga lawan membuat kesalahan, dan drive datar serta smash kidal yang curam menuntaskan poin yang diciptakan konstruksinya. Ketenangannya di gim penentuan \u2014 yang paling terkenal ditunjukkan melawan Chi Yu Jen di Piala Thomas \u2014 adalah separuh paket lainnya: ia memainkan permainan sabar yang sama pada kedudukan 16-all di gim ketiga seperti pada 3-all di gim pertama.<\/p>\n\n<\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-cc214565\"><div class=\"gb-container gb-container-cc214565 gbp-card gbp-card--border\">\n\n<h3 class=\"gb-headline gb-headline-a3b096e1 gb-headline-text gbp-card__title\">Bagaimana penampilan Choi Jihoon di Piala Thomas 2026?<\/mark><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia adalah salah satu pahlawan kampanye grup Korea. Choi merebut satu gim dari Magnus Johannesen dari Denmark, lalu, saat Korea tertinggal 0\u20132 dari Taipei Cina, mengalahkan pemain peringkat 21 dunia Chi Yu Jen 21\u201317, 18\u201321, 21\u201316 di tunggal ketiga untuk memulai comeback yang dituntaskan Korea 3\u20132 \u2014 hasil yang dikreditkan BWF kepada ketenangannya. Ia menutup babak grup dengan mengalahkan Kim Linell dari Swedia 21\u20137, 21\u201317.<\/p>\n\n<\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-13cbdb74\"><div class=\"gb-container gb-container-13cbdb74 gbp-card gbp-card--border\">\n\n<h3 class=\"gb-headline gb-headline-fd7b8a21 gb-headline-text gbp-card__title\">Bagaimana anak saya bisa belajar dari pendekatan latihan Choi Jihoon?<mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-new-google-hover-color\"><\/mark><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiru kalendernya dan kesabarannya dulu. Choi membangun ulang kariernya dengan mengikuti setiap ajang yang diizinkan peringkatnya \u2014 turnamen International Series, Challenge, dan Super 100 di Asia dan Pasifik \u2014 dan mengumpulkan poin dengan stabil, serta menyusun setiap pendakian secara bertahap. Di lapangan, pinjam hal-hal spesifiknya: sentuhan keterampilan net setiap hari, drill pola silang untuk pemain kidal, pengondisian reli panjang, dan rutinitas antar-reli yang tetap sehingga poin-poin tekanan tampak seperti poin biasa.<\/p>\n\n<\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-63a8f528\"><div class=\"gb-container gb-container-63a8f528 gbp-card gbp-card--border\">\n\n<h3 class=\"gb-headline gb-headline-a066d17d gb-headline-text gbp-card__title\">Apakah Choi Jihoon memenangkan gelar junior?<\/mark><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebangkitan Choi tidak dibangun di atas gelar junior. Ia sudah masuk peringkat dunia di usia lima belas tahun dan mencapai sekitar No. 375 selagi masih junior \u2014 kemajuan yang kuat di dalam sistem Korea yang dalam \u2014 tetapi hasil-hasil terobosannya semua datang di bulutangkis senior: gim dari Lakshya Sen pada 2022, final World Tour pada 2023, dan kemenangan Piala Thomas pada 2026. Kariernya adalah pengingat yang berguna bahwa gelar junior adalah satu jalur, bukan satu-satunya jalur.<\/p>\n\n<\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-407adc65\"><div class=\"gb-container gb-container-407adc65 gbp-card gbp-card--border\">\n\n<h3 class=\"gb-headline gb-headline-40c10dde gb-headline-text gbp-card__title\">Apa hasil World Tour terbaik Choi Jihoon?<\/mark><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil World Tour terbaiknya adalah finis runner-up di Indonesia Masters II Super 100 pada 2023 \u2014 tempat ia mengalahkan unggulan teratas Su Li-yang di semifinal \u2014 dan semifinal di KL Masters Super 100 pada tahun yang sama. Di level Super 500 ia merebut satu gim dari Lakshya Sen di Korea Open 2022 dan kembali mencapai babak utama pada 2023, dan pada 2025 ia menambah perempat final Super 100 di Kaohsiung Masters serta babak 16 besar di Korea Masters pada 2026.<\/p>\n\n<\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-75aa8713\"><div class=\"gb-container gb-container-75aa8713 gbp-card gbp-card--border\">\n\n<h3 class=\"gb-headline gb-headline-cf70a8af gb-headline-text gbp-card__title\">Gaya bermain apa yang sebaiknya dipelajari pemain muda dari Choi Jihoon?<\/mark><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemain muda sebaiknya meniru kesabaran dan pola-polanya. Choi menang dengan mengonstruksi reli \u2014 clear dalam, forehand silang ke sudut yang canggung, drive datar untuk membuat lawan terburu-buru \u2014 dan dengan bertahan cukup baik untuk tetap tenang di akhir gim ketiga. Pemain kidal bisa mempelajari sudut-sudutnya secara langsung; setiap pemain bisa meniru disiplinnya, target bertahapnya, dan penolakannya untuk panik saat satu musim, atau satu pertandingan, dimulai dengan buruk.<\/p>\n\n<\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-cc214566\"><div class=\"gb-container gb-container-cc214566 gbp-card gbp-card--border\">\n\n<h3 class=\"gb-headline gb-headline-a3b096e2 gb-headline-text gbp-card__title\">Apakah ST Badminton Academy memiliki hubungan dengan Choi Jihoon?<\/mark><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak. ST Badminton Academy tidak memiliki kemitraan resmi dengan Choi Jihoon maupun Badminton Korea Association. Profil ini adalah sumber edukasi bagi siswa dan orang tua kami, menyoroti pemain yang pendakian sepuluh tahun, comeback tahun yang hilang, dan ketenangan Piala Thomas-nya menawarkan pelajaran nyata bagi pemain junior di Malaysia dan Singapura.<\/p>\n\n<\/div><\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"gb-container gb-container-96a56784 gbp-section\">\n\n<h2 class=\"gb-headline gb-headline-eee1030b gb-headline-text gbp-section__headline\">Sorotan Karier Choi Jihoon<\/h2>\n\n\n<div class=\"gb-container gb-container-419e8127\">\n<div class=\"gb-grid-wrapper gb-grid-wrapper-0b16aaaa\">\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-191dbe8a\"><div class=\"gb-container gb-container-191dbe8a\">\n\n<figure class=\"gb-block-image gb-block-image-ca9fd63c\"><img decoding=\"async\" class=\"gb-image gb-image-ca9fd63c\" src=\"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/choi-jihoon-backhand-11.webp\" alt=\"Choi Jihoon menggapai clear backhand di sudut backhand dalam, tampak dari belakang (dihasilkan oleh AI)\" title=\"Backhand Choi Jihoon\"\/><\/figure>\n\n<\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-08033a23\"><div class=\"gb-container gb-container-08033a23\">\n\n<figure class=\"gb-block-image gb-block-image-5c784924\"><img decoding=\"async\" class=\"gb-image gb-image-5c784924\" src=\"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/choi-jihoon-netplay-11.webp\" alt=\"Choi Jihoon memainkan net shot yang jatuh dengan tangan kiri (dihasilkan oleh AI)\" title=\"Net Play Choi Jihoon\"\/><\/figure>\n\n<\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-810a7e42\"><div class=\"gb-container gb-container-810a7e42\">\n\n<figure class=\"gb-block-image gb-block-image-10722673\"><img decoding=\"async\" class=\"gb-image gb-image-10722673\" src=\"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/choi-jihoon-celebrate-11.webp\" alt=\"Choi Jihoon merayakan match point Piala Thomas dengan kepalan tangan, raket di tangan kiri (dihasilkan oleh AI)\" title=\"Choi Jihoon Merayakan\"\/><\/figure>\n\n<\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-42ce3dc2\"><div class=\"gb-container gb-container-42ce3dc2\">\n\n<figure class=\"gb-block-image gb-block-image-2b3ebc45\"><img decoding=\"async\" class=\"gb-image gb-image-2b3ebc45\" src=\"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/choi-jihoon-defense-11.webp\" alt=\"Choi Jihoon menyelam dalam pertahanan dengan tangan kiri (dihasilkan oleh AI)\" title=\"Pertahanan Menyelam Choi Jihoon\"\/><\/figure>\n\n<\/div><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"gb-container gb-container-e4ec421e gbp-section__inner\">\n<div class=\"gb-container gb-container-4a0c4bf4\">\n\n<div class=\"st-badminton-quiz\" style=\"font-family: inherit; max-width: 100%; margin: 0 auto; background: #fff; border-radius: 12px; box-shadow: 0 4px 16px rgba(0,0,0,0.08); overflow: hidden;\">\n\n<!-- HEADER -->\n\n<div style=\"background: linear-gradient(135deg, #3249a4, #4b63d2); color: #fff; padding: 16px 16px; text-align: center; position: relative; overflow: hidden;\">\n<div style=\"position: absolute; top: 0; left: 0; right: 0; height: 2px; background: linear-gradient(90deg, #37ba2b, #fcb900, #37ba2b);\"><\/div>\n<div style=\"font-size: 18px; font-weight: 700; margin-bottom: 4px;\">\ud83c\udff8 Kuis Choi Jihoon<\/div>\n<div style=\"font-size: 12px; opacity: 0.9; line-height: 1.3; margin-bottom: 8px;\">\n<strong>Uji Pengetahuanmu Tentang Choi Jihoon \u2014 Bintang Comeback Kidal Korea Selatan<\/strong>\n<\/div>\n<div id=\"score-badge\" style=\"display: inline-flex; align-items: center; gap: 4px; background: #fff; padding: 6px 12px; border-radius: 16px; font-weight: 600; font-size: 12px; color: #3249a4; box-shadow: 0 2px 12px rgba(0,0,0,0.1);\">\n<span id=\"current-score\">0<\/span>\/<span id=\"total-score\">10<\/span>\n<\/div>\n<\/div>\n\n<!-- MAIN QUIZ -->\n\n<div id=\"quiz-main\" style=\"padding: 16px;\">\n<div style=\"display: flex; flex-direction: column; gap: 8px; margin-bottom: 16px; padding: 12px; background: #EEF3FF; border-radius: 8px; border: 1px solid rgba(50,73,164,0.15);\">\n<div style=\"display: flex; justify-content: space-between; align-items: center;\">\n<div style=\"display: flex; align-items: center; gap: 8px;\">\n<div id=\"progress-circle\" style=\"width: 32px; height: 32px; border-radius: 50%; background: conic-gradient(#3249a4 0deg 0deg, #EEF3FF 0deg 360deg); display: flex; align-items: center; justify-content: center; font-weight: 800; color: #3249a4; font-size: 12px;\">1<\/div>\n<div>\n<div style=\"font-size: 12px; font-weight: 600; color: #1a1a1a;\">Q<span id=\"current-step\">1<\/span>\/10<\/div>\n<div id=\"skill-label\" style=\"font-size: 11px; color: #3249a4; font-weight: 600;\">Biography<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"question-counter\" style=\"font-size: 11px; color: #fff; background: #3249a4; padding: 4px 8px; border-radius: 12px; font-weight: 600;\">Pengantar<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n<div id=\"quiz-card\" style=\"background: #fff; border-radius: 12px; padding: 16px; margin-bottom: 16px; box-shadow: 0 4px 12px rgba(0,0,0,0.06); border: 1px solid rgba(50,73,164,0.05);\">\n<div id=\"question-content\"><\/div>\n<\/div>\n\n<div style=\"display: flex; gap: 8px; margin-top: 20px; flex-wrap: wrap;\">\n<button id=\"prev-btn\" disabled style=\"flex: 1; padding: 10px 12px; border: none; border-radius: 8px; font-weight: 600; font-size: 13px; background: #EEF3FF; color: #3249a4; border: 1px solid rgba(50,73,164,0.2); cursor: pointer; min-height: 40px;\">\u2190 Soal Sebelumnya<\/button>\n<button id=\"next-btn\" disabled style=\"flex: 1; padding: 10px 12px; border: none; border-radius: 8px; font-weight: 600; font-size: 13px; background: linear-gradient(135deg, #3249a4, #213065); color: #fff; cursor: pointer; min-height: 40px; box-shadow: 0 2px 8px rgba(50,73,164,0.2);\">Soal Berikutnya \u2192<\/button>\n<\/div>\n<\/div>\n\n<!-- RESULTS -->\n\n<div id=\"result-screen\" style=\"text-align: center; padding: 24px 16px; display: none;\">\n<div id=\"result-emoji\" style=\"font-size: 40px; margin-bottom: 12px;\">\ud83c\udf89<\/div>\n<div id=\"result-title\" style=\"font-size: 20px; font-weight: 700; color: #1a1a1a; margin-bottom: 8px;\">Sangat Berpengetahuan!<\/div>\n<div id=\"final-score\" style=\"font-size: 32px; font-weight: 800; background: linear-gradient(135deg, #37ba2b, #00a86b); background-clip: text; -webkit-background-clip: text; color: transparent; margin-bottom: 20px;\">100%<\/div>\n<div style=\"background: #EEF3FF; border-radius: 12px; padding: 16px; margin: 20px 0; max-width: 400px; margin-left: auto; margin-right: auto;\">\n<div style=\"display: flex; justify-content: space-between; padding: 8px 0; border-bottom: 1px solid rgba(50,73,164,0.1); font-size: 13px;\">\n<span style=\"color: #666; font-weight: 600;\">\ud83c\udfc6 Gelar Utama<\/span>\n<span id=\"footwork-score\" style=\"font-weight: 700; color: #1a1a1a;\">0\/3<\/span>\n<\/div>\n<div style=\"display: flex; justify-content: space-between; padding: 8px 0; border-bottom: 1px solid rgba(50,73,164,0.1); font-size: 13px;\">\n<span style=\"color: #666; font-weight: 600;\">\ud83c\udfaf Perjalanan Karier<\/span>\n<span id=\"control-score\" style=\"font-weight: 700; color: #1a1a1a;\">0\/3<\/span>\n<\/div>\n<div style=\"display: flex; justify-content: space-between; padding: 8px 0; border-bottom: 1px solid rgba(50,73,164,0.1); font-size: 13px;\">\n<span style=\"color: #666; font-weight: 600;\">\ud83d\udcaa Gaya Bermain<\/span>\n<span id=\"safety-score\" style=\"font-weight: 700; color: #1a1a1a;\">0\/2<\/span>\n<\/div>\n<div style=\"display: flex; justify-content: space-between; padding: 8px 0; font-size: 13px;\">\n<span style=\"color: #666; font-weight: 600;\">\ud83d\udcda Pelajaran Hidup<\/span>\n<span id=\"progress-score\" style=\"font-weight: 700; color: #1a1a1a;\">0\/2<\/span>\n<\/div>\n<\/div>\n<a id=\"whatsapp-btn\" href=\"#\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" style=\"display: inline-block; padding: 12px 24px; border-radius: 8px; font-weight: 700; font-size: 14px; background: linear-gradient(135deg, #3249a4, #213065); color: #fff; text-decoration: none; box-shadow: 0 4px 12px rgba(50,73,164,0.2);\">\n\ud83d\ude80 Pelajari Akademi Kami\n<\/a>\n<\/div>\n<\/div>\n\n<script>\n(function() {\n'use strict';\n\nconst DRILLS = [{\"q\": \"Negara mana yang diwakili Choi Jihoon?\", \"opts\": [\"Tiongkok\", \"Korea Selatan\", \"Jepang\", \"Indonesia\"], \"correct\": 1, \"label\": \"Pengantar\", \"skill\": \"quickness\", \"explain\": \"Choi mewakili Korea Selatan \u2014 ia tumbuh lewat sistem junior Korea dan membela Korea di Piala Thomas 2026.\"}, {\"q\": \"Tangan mana yang dipakai Choi memegang raket?\", \"opts\": [\"Tangan kanannya\", \"Tangan kirinya\", \"Kedua tangan sama baiknya\", \"Ia berganti tangan dalam reli\"], \"correct\": 1, \"label\": \"Pengantar\", \"skill\": \"smash-power\", \"explain\": \"Choi kidal, dan forehand silangnya membengkokkan reli ke sudut yang paling buruk dipertahankan pemain tangan kanan.\"}, {\"q\": \"Kapan Choi Jihoon lahir?\", \"opts\": [\"21 Februari 2000\", \"21 Februari 2001\", \"12 Februari 2001\", \"21 Februari 2002\"], \"correct\": 1, \"label\": \"Pengantar\", \"skill\": \"footwork\", \"explain\": \"Choi lahir pada 21 Februari 2001 \u2014 ia berusia 25 tahun saat bersinar di Piala Thomas 2026.\"}, {\"q\": \"Berapa peringkat dunia BWF Choi pada Pekan 43 Oktober 2026?\", \"opts\": [\"Peringkat 78 Dunia\", \"Peringkat 87 Dunia\", \"Peringkat 100 Dunia\", \"Peringkat 109 Dunia\"], \"correct\": 1, \"label\": \"Peringkat\", \"skill\": \"net-play\", \"explain\": \"Pada peringkat Pekan 43 (20 Oktober 2026), Choi menempati peringkat 87 dunia dengan 21.795 poin.\"}, {\"q\": \"Berapa peringkat dunia BWF tertinggi dalam karier Choi Jihoon?\", \"opts\": [\"Peringkat 87 Dunia\", \"Peringkat 78 Dunia\", \"Peringkat 55 Dunia\", \"Peringkat 144 Dunia\"], \"correct\": 1, \"label\": \"Peringkat\", \"skill\": \"defense\", \"explain\": \"Choi mencapai peringkat tertinggi dalam karier, No. 78 dunia, pada 26 Mei 2026, setelah kepahlawanannya di Piala Thomas di Horsens.\"}, {\"q\": \"Siapa yang dikalahkan Choi hingga memicu comeback Korea dari tertinggal 0\u20132 di Piala Thomas 2026?\", \"opts\": [\"Lin Chun-Yi\", \"Wang Tzu Wei\", \"Chi Yu Jen\", \"Chou Tien-Chen\"], \"correct\": 2, \"label\": \"Karier\", \"skill\": \"smash-power\", \"explain\": \"Berperingkat No. 85, Choi mengalahkan pemain peringkat 21 dunia Chi Yu Jen 21\u201317, 18\u201321, 21\u201316; Korea kemudian memenangkan pertandingan beregu 3\u20132.\"}, {\"q\": \"Di ajang mana Choi mencapai final BWF World Tour pertamanya, pada 2023?\", \"opts\": [\"Korea Open\", \"Indonesia Masters II\", \"KL Masters\", \"Kaohsiung Masters\"], \"correct\": 1, \"label\": \"Karier\", \"skill\": \"footwork\", \"explain\": \"Choi lolos dari kualifikasi di Indonesia Masters II Super 100 di Surabaya, mengalahkan unggulan teratas Su Li-yang di semifinal, dan kalah di final dari Takuma Obayashi.\"}, {\"q\": \"Siapa yang dikejutkan Choi di perempat final KL Masters 2023?\", \"opts\": [\"Sameer Verma\", \"Leong Jun Hao\", \"Su Li-yang\", \"Lakshya Sen\"], \"correct\": 0, \"label\": \"Karier\", \"skill\": \"net-play\", \"explain\": \"Choi mengalahkan unggulan kedelapan Sameer Verma 21\u20139, 21\u201313, memimpin sejak poin pertama; ia kalah di semifinal dari juara akhirnya, Leong Jun Hao.\"}, {\"q\": \"Bintang sepuluh besar mana yang direbut satu gimnya oleh Choi yang berperingkat 498 dunia di Korea Open 2022?\", \"opts\": [\"Viktor Axelsen\", \"Lee Zii Jia\", \"Lakshya Sen\", \"Anders Antonsen\"], \"correct\": 2, \"label\": \"Karier\", \"skill\": \"quickness\", \"explain\": \"Choi memenangkan gim pertama 21\u201314 dan memaksa Lakshya Sen bermain 62 menit sebelum kalah dalam tiga gim di Korea Open Super 500.\"}, {\"q\": \"Di peringkat berapa Choi pertama kali muncul di peringkat dunia BWF, saat berusia lima belas tahun pada 2016?\", \"opts\": [\"Peringkat 78 Dunia\", \"Peringkat 498 Dunia\", \"Peringkat 885 Dunia\", \"Peringkat 144 Dunia\"], \"correct\": 2, \"label\": \"Peringkat\", \"skill\": \"defense\", \"explain\": \"Choi memasuki peringkat di No. 885 pada Desember 2016, saat berusia lima belas tahun \u2014 awal pendakian sepuluh tahun menuju No. 78.\"}];\n\nlet current = 0, score = 0, answers = {}, skillScores = {quickness:0, reflexes:0, anticipation:0, training:0, mistakes:0};\nconst totalQuestions = DRILLS.length;\n\nconst elements = {\nquizMain: document.getElementById('quiz-main'),\nresultScreen: document.getElementById('result-screen'),\ncurrentScore: document.getElementById('current-score'),\ntotalScore: document.getElementById('total-score'),\ncurrentStep: document.getElementById('current-step'),\nprogressCircle: document.getElementById('progress-circle'),\nskillLabel: document.getElementById('skill-label'),\nquestionCounter: document.getElementById('question-counter'),\nquestionContent: document.getElementById('question-content'),\nprevBtn: document.getElementById('prev-btn'),\nnextBtn: document.getElementById('next-btn'),\nwhatsappBtn: document.getElementById('whatsapp-btn')\n};\n\nfunction updateUI() {\nelements.currentStep.textContent = current + 1;\nelements.progressCircle.textContent = current + 1;\nelements.currentScore.textContent = score;\nelements.totalScore.textContent = totalQuestions;\n\nconst progress = ((current + 1) \/ totalQuestions) * 360;\nelements.progressCircle.style.background = `conic-gradient(#3249a4 0deg ${progress}deg, #EEF3FF ${progress}deg 360deg)`;\n\nconst drill = DRILLS[current];\nelements.questionCounter.textContent = drill.label;\nelements.skillLabel.textContent = drill.skill.charAt(0).toUpperCase() + drill.skill.slice(1);\n}\n\nfunction renderQuestion() {\nconst drill = DRILLS[current];\nconst answered = answers[current] !== undefined;\n\nlet html = `\n<div style=\"font-size: 16px; font-weight: 700; color: #1a1a1a; line-height: 1.3; margin-bottom: 12px; display: flex; align-items: center; gap: 6px;\">\n${['\ud83c\udff8','\ud83d\udc5f','\ud83c\udfaf','\ud83d\udde3\ufe0f','\ud83d\udcc8'][Math.floor(current\/2)]} ${drill.q}\n<\/div>\n<div style=\"display: grid; gap: 8px;\">\n`;\n\nconst icons = ['\ud83d\udd35','\u274c','\u2705','\u26a0\ufe0f','\ud83c\udfaf'];\ndrill.opts.forEach((opt, i) => {\nconst selected = answered && answers[current] === i;\nhtml += `\n<div style=\"padding: 12px 14px; border-radius: 8px; cursor: pointer; transition: all 0.2s ease; border: 2px solid ${selected ? '#3249a4' : 'rgba(50,73,164,0.1)'}; background: ${selected ? 'linear-gradient(135deg, #4b63d2, #3249a4)' : '#fff'}; color: ${selected ? '#fff' : '#1a1a1a'}; display: flex; align-items: flex-start; gap: 8px;\"\ndata-index=\"${i}\" class=\"st-option-${current}\">\n<span style=\"font-size: 16px; flex-shrink: 0; margin-top: 2px;\">${icons[i%5]}<\/span>\n<div style=\"font-weight: 600; font-size: 14px; line-height: 1.3;\">${opt}<\/div>\n<\/div>\n`;\n});\n\nhtml += '<\/div>';\nelements.questionContent.innerHTML = html;\n\ndocument.querySelectorAll(`.st-option-${current}`).forEach((card, i) => {\ncard.addEventListener('click', () => {\ndocument.querySelectorAll(`.st-option-${current}`).forEach(c => {\nc.style.border = '2px solid rgba(50,73,164,0.1)';\nc.style.background = '#fff';\nc.style.color = '#1a1a1a';\n});\ncard.style.border = '2px solid #3249a4';\ncard.style.background = 'linear-gradient(135deg, #4b63d2, #3249a4)';\ncard.style.color = '#fff';\nanswers[current] = i;\nelements.nextBtn.disabled = false;\nelements.nextBtn.style.opacity = '1';\n});\n});\n\nelements.prevBtn.disabled = current === 0;\nelements.nextBtn.textContent = current === totalQuestions - 1 ? '\ud83c\udf89 Selesai' : 'Soal Berikutnya \u2192';\nelements.nextBtn.disabled = !answered;\nif (!answered) elements.nextBtn.style.opacity = '0.5';\n}\n\nfunction showResults() {\nelements.quizMain.style.display = 'none';\nelements.resultScreen.style.display = 'block';\n\nDRILLS.forEach((drill, i) => {\nif (answers[i] === drill.correct) {\nif(skillScores[drill.skill] !== undefined) skillScores[drill.skill]++;\nscore++;\n}\n});\n\nconst finalScore = Math.round((score \/ totalQuestions) * 100);\ndocument.getElementById('final-score').textContent = `${finalScore}%`;\ndocument.getElementById('footwork-score').textContent = `${skillScores.quickness || 0}\/3`;\ndocument.getElementById('control-score').textContent = `${skillScores.reflexes || 0}\/3`;\ndocument.getElementById('safety-score').textContent = `${skillScores.anticipation || 0}\/2`;\ndocument.getElementById('progress-score').textContent = `${skillScores.training + skillScores.mistakes || 0}\/2`;\n\nconst emoji = finalScore >= 90 ? '\ud83c\udfc6' : finalScore >= 70 ? '\ud83c\udfaf' : '\ud83d\udcda';\nconst title = finalScore >= 90 ? 'Pakar Bulutangkis!' : finalScore >= 70 ? 'Sangat Berpengetahuan!' : 'Awal yang Baik!';\ndocument.getElementById('result-emoji').textContent = emoji;\ndocument.getElementById('result-title').textContent = title;\n\nconst waMsg = `Hai ST Badminton! Saya mendapat skor ${finalScore}% pada kuis Choi Jihoon. Saya ingin tahu lebih banyak tentang program pelatihan bulutangkis Anda.`;\nelements.whatsappBtn.href = `https:\/\/wa.me\/60176842136?text=${encodeURIComponent(waMsg)}`;\n}\n\nelements.prevBtn.addEventListener('click', () => {\nif (current > 0) {\ncurrent--;\nupdateUI();\nrenderQuestion();\n}\n});\n\nelements.nextBtn.addEventListener('click', () => {\nif (current < totalQuestions - 1) {\ncurrent++;\nupdateUI();\nrenderQuestion();\n} else {\nshowResults();\n}\n});\n\nupdateUI();\nrenderQuestion();\n})();\n<\/script>\n\n<\/div>\n\n<div class=\"gb-container gb-container-5b3bc5e8\">\n\n<div class=\"gb-headline gb-headline-5ce852b1 gb-headline-text gbp-section__tagline\">Profil Bintang Korea<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"gb-headline gb-headline-ee62a864 gb-headline-text gbp-section__headline\">Statistik Karier dan <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-new-blue-google-color\">Peringkat<\/mark><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Choi Jihoon, lahir 21 Februari 2001, adalah kisah comeback kidal Korea Selatan: masuk peringkat dunia di usia lima belas tahun, finalis Super 100 pada 2023, keluar dari 1.000 besar pada 2024, dan pahlawan Piala Thomas dengan peringkat tertinggi dalam karier, No. 78 dunia, pada 2026. Di peringkat 87 dunia pada Oktober 2026 dan baru berusia 25 tahun, ia membangun tahap berikutnya dengan cara yang sama seperti ia membangun setiap tahap sebelumnya \u2014 satu reli, satu ajang, satu garis peringkat pada satu waktu.<\/p>\n\n\n<div class=\"gb-grid-wrapper gb-grid-wrapper-2631a86b\">\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-670ee1e4\"><div class=\"gb-container gb-container-670ee1e4\">\n\n<div class=\"gb-headline gb-headline-4ffecd9e gb-headline-text\">No. 87<\/div>\n\n\n\n<div class=\"gb-headline gb-headline-a40d5ff4 gb-headline-text\">Peringkat dunia BWF saat ini<\/div>\n\n<\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-36c23c60\"><div class=\"gb-container gb-container-36c23c60\">\n\n<div class=\"gb-headline gb-headline-3944b2ff gb-headline-text\">No. 78<\/div>\n\n\n\n<div class=\"gb-headline gb-headline-5dd5c27e gb-headline-text\">Peringkat dunia tertinggi dalam karier<\/div>\n\n<\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-325bb028\"><div class=\"gb-container gb-container-325bb028\">\n\n<div class=\"gb-headline gb-headline-fb0a55b1 gb-headline-text\">1<\/div>\n\n\n\n<div class=\"gb-headline gb-headline-135bc509 gb-headline-text\">Final BWF World Tour yang dicapai<\/div>\n\n<\/div><\/div>\n\n<div class=\"gb-grid-column gb-grid-column-b38becfe\"><div class=\"gb-container gb-container-b38becfe\">\n\n<div class=\"gb-headline gb-headline-7c2857fd gb-headline-text\">21.795<\/div>\n\n\n\n<div class=\"gb-headline gb-headline-7d08250a gb-headline-text\">Poin peringkat BWF (Pekan 43)<\/div>\n\n<\/div><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<html>\n<head>\n<style>\n.comparison-container {\nfont-family: 'Segoe UI', Tahoma, Geneva, Verdana, sans-serif;\nmargin: 20px 0;\nmax-width: 100%;\n}\n\n\n.table-header {\ntext-align: center;\nmargin-bottom: 20px;\ncolor: #2a3f90;\nfont-size: 1.3em;\nfont-weight: bold;\nline-height: 1.3;\n}\n\n\/* Desktop Table View *\/\n.comparison-table {\nwidth: 100%;\nborder-collapse: separate;\nborder-spacing: 0;\nbox-shadow: 0 4px 8px rgba(0,0,0,0.1);\nborder-radius: 8px;\noverflow: hidden;\ndisplay: table;\n}\n\n.comparison-table th,\n.comparison-table td {\npadding: 12px;\ntext-align: left;\nvertical-align: top;\nborder-bottom: 1px solid #e0e0e0;\n}\n\n.comparison-table th {\nbackground: linear-gradient(135deg, #2a3f90 0%, #3249a4 100%);\ncolor: white;\nfont-weight: 600;\nfont-size: 0.9em;\n}\n\n.comparison-table tr:last-child td {\nborder-bottom: none;\n}\n\n.comparison-table tr:nth-child(even) td:not(.highlight) {\nbackground-color: #f8f9fa;\n}\n\n.comparison-table td:first-child {\nfont-weight: 600;\ncolor: #2a3f90;\nwidth: 25%;\nfont-size: 0.9em;\n}\n\n.comparison-table td:nth-child(2) {\ncolor: #555;\nborder-right: 1px solid #e0e0e0;\nwidth: 37.5%;\nfont-size: 0.85em;\n}\n\n.highlight {\nbackground: linear-gradient(to right, rgba(220, 250, 220, 0.7), rgba(220, 250, 220, 0.3));\nwidth: 37.5%;\nborder-left: 4px solid #37ba2b;\nfont-size: 0.85em;\n}\n\n.highlight::before {\ncontent: '\u2713 ';\ncolor: #37ba2b;\nfont-weight: bold;\n}\n\n.badge-inline {\ndisplay: inline-block;\nbackground: rgba(55, 186, 43, 0.2);\ncolor: #37ba2b;\nfont-size: 0.6em;\nfont-weight: 600;\npadding: 2px 6px;\nborder-radius: 4px;\nmargin-left: 6px;\nborder: 1px solid rgba(55, 186, 43, 0.4);\n}\n\n\/* Mobile Card View *\/\n.mobile-cards {\ndisplay: none;\n}\n\n.comparison-card {\nbackground: white;\nborder-radius: 8px;\nmargin-bottom: 16px;\nbox-shadow: 0 2px 8px rgba(0,0,0,0.1);\noverflow: hidden;\n}\n\n.card-header {\nbackground: linear-gradient(135deg, #2a3f90 0%, #3249a4 100%);\ncolor: white;\npadding: 12px;\nfont-weight: 600;\nfont-size: 1em;\n}\n\n.card-content {\npadding: 16px;\n}\n\n.comparison-row {\nmargin-bottom: 16px;\npadding-bottom: 16px;\nborder-bottom: 1px solid #e0e0e0;\n}\n\n.comparison-row:last-child {\nborder-bottom: none;\nmargin-bottom: 0;\npadding-bottom: 0;\n}\n\n.row-title {\nfont-weight: 600;\ncolor: #2a3f90;\nmargin-bottom: 8px;\nfont-size: 0.9em;\n}\n\n.traditional-option {\nbackground-color: #f8f9fa;\npadding: 10px;\nborder-radius: 4px;\nmargin-bottom: 8px;\nfont-size: 0.85em;\ncolor: #555;\n}\n\n.bsw-option {\nbackground: linear-gradient(to right, rgba(220, 250, 220, 0.7), rgba(220, 250, 220, 0.3));\npadding: 10px;\nborder-radius: 4px;\nborder-left: 4px solid #37ba2b;\nfont-size: 0.85em;\n}\n\n.bsw-option::before {\ncontent: '\u2713 ';\ncolor: #37ba2b;\nfont-weight: bold;\n}\n\n.option-label {\nfont-weight: 600;\nfont-size: 0.8em;\nmargin-bottom: 4px;\nopacity: 0.8;\n}\n\n\/* Responsive Breakpoints *\/\n@media (max-width: 768px) {\n.comparison-table {\ndisplay: none;\n}\n\n.mobile-cards {\ndisplay: block;\n}\n\n.table-header {\nfont-size: 1.1em;\npadding: 0 10px;\n}\n}\n\n@media (max-width: 480px) {\n.comparison-container {\nmargin: 10px 0;\n}\n\n.table-header {\nfont-size: 1em;\n}\n\n.card-content {\npadding: 12px;\n}\n\n.comparison-row {\nmargin-bottom: 12px;\npadding-bottom: 12px;\n}\n}\n<\/style>\n\n<\/head>\n<body>\n\n<div class=\"comparison-container\">\n<div class=\"table-header\">Pelajaran dari Perjalanan Choi Jihoon untuk Pemain yang Berkembang<\/div>\n\n<!-- Desktop Table View -->\n\n<table class=\"comparison-table\">\n<thead>\n<tr>\n<th>Bidang Pengembangan<\/th>\n<th>Kesalahpahaman Umum<\/th>\n<th>Apa yang Ditunjukkan Karier Choi Jihoon <span class=\"badge-inline\">KENYATAAN<\/span><\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Fondasi Junior<\/td>\n<td>Bakat saja yang menentukan siapa yang menjadi juara.<\/td>\n<td class=\"highlight\">Choi sudah masuk peringkat dunia BWF di usia lima belas tahun \u2014 No. 885 pada Desember 2016 \u2014 dan menanjak tahun demi tahun lewat sistem junior Korea yang dalam: fondasi junior yang terstruktur didahulukan.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Prioritas Gaya Bermain<\/td>\n<td>Anak-anak sebaiknya meniru tembakan menyerang yang paling mencolok.<\/td>\n<td class=\"highlight\">Choi membangun permainan reli yang lengkap terlebih dahulu; forehand silang kidalnya adalah sentuhan akhir pada footwork, pertahanan, dan permainan net yang andal.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pentingnya Kebugaran<\/td>\n<td>Junior bisa berlatih lebih keras dari siapa pun tanpa istirahat.<\/td>\n<td class=\"highlight\">Peringkat Choi melorot keluar dari 1.000 besar selama 2024 yang sepi \u2014 comeback-nya datang dari jadwal penuh ajang-ajang yang lebih kecil dan poin yang stabil, bukan jam latihan yang lebih banyak.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pendekatan Mental<\/td>\n<td>Pemain top tidak pernah gugup atau kesal.<\/td>\n<td class=\"highlight\">Saat Korea tertinggal 0\u20132 di Piala Thomas 2026, Choi tetap tenang \u2014 deskripsi BWF sendiri \u2014 untuk mengalahkan pemain peringkat 21 dunia Chi Yu Jen: keterampilan mental dilatih, bukan diwariskan.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Latihan Menyerang<\/td>\n<td>Smash lebih keras selalu menjadi jawabannya.<\/td>\n<td class=\"highlight\">Kemenangan Piala Thomas-nya 21\u201317, 18\u201321, 21\u201316 atas Chi Yu Jen dan gim yang ia rebut dari Lakshya Sen di Korea Open 2022 datang dari kesabaran reli dan penempatan, bukan kekuatan mentah.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Tonggak Nasional<\/td>\n<td>Hanya gelar dunia yang penting.<\/td>\n<td class=\"highlight\">Finis runner-up Choi di Indonesia Masters II 2023 dan semifinal KL Masters-nya pada tahun yang sama menjadikannya pemain reguler tim nasional Korea \u2014 tonggak Super 100 membangun karier selangkah demi selangkah.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Linimasa Karier<\/td>\n<td>Juara mencapai puncak sekali lalu cepat meredup.<\/td>\n<td class=\"highlight\">Dari No. 885 sebagai remaja lima belas tahun pada 2016 hingga peringkat tertinggi dalam karier No. 78 pada 2026, Choi membuktikan perkembangan berkelanjutan mengalahkan puncak yang singkat.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n\n<!-- Mobile Card View -->\n\n<div class=\"mobile-cards\">\n<div class=\"comparison-card\">\n<div class=\"card-header\">Fondasi Junior<\/div>\n<div class=\"card-content\">\n<div class=\"comparison-row\">\n<div class=\"option-label\">Kesalahpahaman Umum:<\/div>\n<div class=\"traditional-option\">Bakat saja yang menentukan siapa yang menjadi juara.<\/div>\n<div class=\"option-label\">Apa yang Ditunjukkan Karier Choi Jihoon:<\/div>\n<div class=\"bsw-option\">Choi sudah masuk peringkat dunia BWF di usia lima belas tahun \u2014 No. 885 pada Desember 2016 \u2014 dan menanjak tahun demi tahun lewat sistem junior Korea yang dalam: fondasi junior yang terstruktur didahulukan.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"comparison-card\">\n<div class=\"card-header\">Prioritas Gaya Bermain<\/div>\n<div class=\"card-content\">\n<div class=\"comparison-row\">\n<div class=\"option-label\">Kesalahpahaman Umum:<\/div>\n<div class=\"traditional-option\">Anak-anak sebaiknya meniru tembakan menyerang yang paling mencolok.<\/div>\n<div class=\"option-label\">Apa yang Ditunjukkan Karier Choi Jihoon:<\/div>\n<div class=\"bsw-option\">Choi membangun permainan reli yang lengkap terlebih dahulu; forehand silang kidalnya adalah sentuhan akhir pada footwork, pertahanan, dan permainan net yang andal.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"comparison-card\">\n<div class=\"card-header\">Pentingnya Kebugaran<\/div>\n<div class=\"card-content\">\n<div class=\"comparison-row\">\n<div class=\"option-label\">Kesalahpahaman Umum:<\/div>\n<div class=\"traditional-option\">Junior bisa berlatih lebih keras dari siapa pun tanpa istirahat.<\/div>\n<div class=\"option-label\">Apa yang Ditunjukkan Karier Choi Jihoon:<\/div>\n<div class=\"bsw-option\">Peringkat Choi melorot keluar dari 1.000 besar selama 2024 yang sepi \u2014 comeback-nya datang dari jadwal penuh ajang-ajang yang lebih kecil dan poin yang stabil, bukan jam latihan yang lebih banyak.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"comparison-card\">\n<div class=\"card-header\">Pendekatan Mental<\/div>\n<div class=\"card-content\">\n<div class=\"comparison-row\">\n<div class=\"option-label\">Kesalahpahaman Umum:<\/div>\n<div class=\"traditional-option\">Pemain top tidak pernah gugup atau kesal.<\/div>\n<div class=\"option-label\">Apa yang Ditunjukkan Karier Choi Jihoon:<\/div>\n<div class=\"bsw-option\">Saat Korea tertinggal 0\u20132 di Piala Thomas 2026, Choi tetap tenang \u2014 deskripsi BWF sendiri \u2014 untuk mengalahkan pemain peringkat 21 dunia Chi Yu Jen: keterampilan mental dilatih, bukan diwariskan.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"comparison-card\">\n<div class=\"card-header\">Latihan Menyerang<\/div>\n<div class=\"card-content\">\n<div class=\"comparison-row\">\n<div class=\"option-label\">Kesalahpahaman Umum:<\/div>\n<div class=\"traditional-option\">Smash lebih keras selalu menjadi jawabannya.<\/div>\n<div class=\"option-label\">Apa yang Ditunjukkan Karier Choi Jihoon:<\/div>\n<div class=\"bsw-option\">Kemenangan Piala Thomas-nya 21\u201317, 18\u201321, 21\u201316 atas Chi Yu Jen dan gim yang ia rebut dari Lakshya Sen di Korea Open 2022 datang dari kesabaran reli dan penempatan, bukan kekuatan mentah.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"comparison-card\">\n<div class=\"card-header\">Tonggak Nasional<\/div>\n<div class=\"card-content\">\n<div class=\"comparison-row\">\n<div class=\"option-label\">Kesalahpahaman Umum:<\/div>\n<div class=\"traditional-option\">Hanya gelar dunia yang penting.<\/div>\n<div class=\"option-label\">Apa yang Ditunjukkan Karier Choi Jihoon:<\/div>\n<div class=\"bsw-option\">Finis runner-up Choi di Indonesia Masters II 2023 dan semifinal KL Masters-nya pada tahun yang sama menjadikannya pemain reguler tim nasional Korea \u2014 tonggak Super 100 membangun karier selangkah demi selangkah.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"comparison-card\">\n<div class=\"card-header\">Linimasa Karier<\/div>\n<div class=\"card-content\">\n<div class=\"comparison-row\">\n<div class=\"option-label\">Kesalahpahaman Umum:<\/div>\n<div class=\"traditional-option\">Juara mencapai puncak sekali lalu cepat meredup.<\/div>\n<div class=\"option-label\">Apa yang Ditunjukkan Karier Choi Jihoon:<\/div>\n<div class=\"bsw-option\">Dari No. 885 sebagai remaja lima belas tahun pada 2016 hingga peringkat tertinggi dalam karier No. 78 pada 2026, Choi membuktikan perkembangan berkelanjutan mengalahkan puncak yang singkat.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n<\/body>\n<\/html>\n\n\n<div class=\"gb-container gb-container-69063730 gbp-section\">\n<div class=\"gb-container gb-container-c192804a gbp-section__inner\">\n<div class=\"gb-container gb-container-26552703\">\n\n<div class=\"gb-headline gb-headline-27edcbd1 gb-headline-text gbp-section__tagline\">Belajar dari Para Juara<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"gb-headline gb-headline-bda1dc9d gb-headline-text gbp-section__headline\">Pelajari Etos Kerja dan Pendekatan Profesional Choi Jihoon<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Profil ini menjelaskan siapa Choi Jihoon dan bagaimana pemain muda bisa belajar dari permainan reli kidalnya, disiplin kalendernya, dan ketenangannya. Untuk pelatihan bulutangkis di Kuala Lumpur dan Singapura, pesan kelas percobaan bersama ST Badminton Academy lewat WhatsApp di +60 17-684 2136.<\/p>\n\n\n<div class=\"gb-container gb-container-4aa6efd2\">\n\n<a class=\"gb-button gb-button-1b494854 gb-button-text gbp-button--secondary\" href=\"https:\/\/wa.me\/60176842136?text=Hai%20ST%20Badminton%20Academy%20Malaysia%2C%20saya%20tertarik%20untuk%20mengetahui%20lebih%20lanjut%20tentang%20program%20latihan%20bulutangkis%20Anda.%20Silakan%20bagikan%20detail%20tentang%20kelas%20dan%20pendekatan%20pelatihan.\" rel=\"noopener\">Pertanyaan via WhatsApp<\/a>\n\n<\/div>\n<\/div>\n\n<div class=\"gb-container gb-container-ef62c7ce\">\n\n<div style=\"position:relative; width:100%; padding-bottom:56.25%; height:0; overflow:hidden; margin-top:20px;\">\n<iframe\nsrc=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/embed?pb=!1m18!1m12!1m3!1d3983.5074349712468!2d101.7238838457958!3d3.2230235443659256!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!3m3!1m2!1s0x31cc396f3692a597%3A0x62779a6ace767ef0!2zU1QgQmFkbWludG9uIEFjYWRlbXkgLSBCYWRtaW50b24gQ29hY2gg77yI57695q-b55CD5pWZ57uDIFNldGFwYWsg5bCP5a2p5q2j6KeE57695q-b55CD6K6t57uD54-t77yJ!5e0!3m2!1sen!2smy!4v1753065966190!5m2!1sen!2smy\"\nwidth=\"100%\"\nheight=\"100%\"\nstyle=\"position:absolute; top:0; left:0; border:0;\"\nallowfullscreen\nloading=\"lazy\"\nreferrerpolicy=\"no-referrer-when-downgrade\"\n><\/iframe>\n<\/div>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bintang Bulutangkis Tunggal Putra Korea Choi Jihoon Korea &#8230; <a title=\"Choi Jihoon\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/id\/choi-jihoon\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Choi Jihoon\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":113971,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1419],"tags":[],"class_list":["post-113970","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-id","infinite-scroll-item","masonry-post","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113970","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=113970"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113970\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/113971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=113970"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=113970"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stbadmintonacademy.my\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=113970"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}